DI LUAR KANTIN SASTRA #1

Di Luar Kantin Sastra adalah agenda diskusi yang sudah diancang-ancang dari beberapa bulan lalu. Diskusi ini, tidak dapat “tidak”, harus dikatakan siasat untuk membuat ruang-ruang alternatif baru di antara ruang-ruang (agenda) diskusi lain di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia–termasuk Cak Tarno Institute yang Setiap hari Sabtu selalu mengadakan diskusi. Para inisiator, rata-rata terdiri dari mahasiswa magister Departemen Susastra (Sastra, Cultural Studies, Filologi, Kajian Tradisi Lisan) tahun angkatan 2015 dan 2016 yang hampir setiap sore, selesai jadwal kuliah, larut dalam bermacam-macam perbincangan. Saya belajar banyak dari mereka, karena mereka berangkat dari berbagai disiplin ilmu, dan dipertemukan di dalam kelas dan #diluarkantinsastra, sehingga ketika menghadapi suatu wacana beragam perspektif dapat dikemukakan.

Baca lebih lanjut

NIRWAN DAN ARSIP PRIBADI

dsc_4973-ed

Gelaran arsip Nirwan Dewanto

Satu Setengah Mata-Mata dihadirkan ke publik. Buku berisi sepilihan tulisan Nirwan Dewanto mengenai ulasan rupa dan sastra, dengan pronominal dalam prosa tersebut bergerak enteng dari orang pertama tunggal hingga orang ketiga jamak. Buku tersebut bergerak antara fiksi dan non-fiksi, antara “antropologi” dan catatan autobiografis, antara telaah seni dan nalar puitik, antara pembacaan-dekat dan pembacaan-jauh, seakan mewujud penghormatan Nirwan Dewanto pada kegiatan mengulas, kegiatan menyelia, kegiatan mencatat gejala seni dan gejala rupa di Indonesia yang sejauh ini ia terlibat di dalamnya.

Baca lebih lanjut

DI MANDIANGIN

Kita mungkin sedang bergerak ke masa lalu
seperti kota dengan suara diredam ini
jam gadang menggantung dengan lonceng berhenti berdentang
orang-orang berlari mundur
menembus dinding ruko, pintu surau, meja rumah makan
kursi kedai kopi, menembus setiap benda di hadapan mereka
dan menghisap suara
meminggirkan kata-kata.

Baca lebih lanjut

DI WAY KIRI

Di Way Kiri, seekor bawal terapung
membentur pinggang sampan
membentur sebatang betung terapung

air hitam naik
menampilkan bayangan burung-burung
sementara musim migrasi sudah beralih lain
sementara tahun telah membikin cangkang-cangkang
telur kosong

Baca lebih lanjut

DI HADAPAN KEDAI NASI

Di hadapan kedai nasi
kota sudah demam 36o C
harum dendeng bakar, rendang setengah jadi, daun asam disangai
di atas pagu, dan potongan koran berisi sajak seorang penyair tua
tentang kangen pada masa muda: ketipak kaki kuda, angin pulau seberang
mengirim gumpalan garam, harum rempah dari gudang-gudang tepi muara
suara lintasan kereta bara…

Baca lebih lanjut