IA MELAGUKAN SESUATU YANG TAK ADA

Sebuah petang yang bergerimis
ia rentangkan tangan,
di angin yang mengidap bau sisik ikan basah
dan aroma bagan di 36 jam penyauhan pukat,

penyauhan yang berat.

Seperti sebelah sayap,
pecahan botol anggur, dan deru jatuhan batu
ada mabuk berulang sementara dayung-dayung
ditenggelamkan air pasang.

Tapi petang bergerimis itu benar-benar pengkhinatan panjang
ia bentangkan ingatan,
angin entah bergerak berapa knot
dari jauh, dari air yang mendatar,
hanya sisi karang biru,

karang biru timbul-tenggelam.

“Dan lantai gedung itu pernah runtuh,
tiang gereja ambruk, dentang lonceng ketakutan; belasan kali,”
di hamparan samudera inilah
maut belajar mencabut pisau dari punggung cakrawala.

Pernah suatu petang yang gerimis itu
ia melagu, lagu lama yang seakan baru,
“dari sebuah ceruk tak berudara
aku kibarkan rambut panjangmu ke arah laut,
di air pasang, di udara yang kian surut,”

ia melagukan sesuatu yang tak ada.

2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s