MOMENTO

– buat Aan Mansyur
 
Ia duduk sendirian, di cafe itu
di luar udara sedingin kilometer terakhir
 
Ia mengambil posisi
dimana ia bisa memandang jauh ke arah jalan
 
Masih begitu saja, segelas kecil kopi, sepotong roti bakar
kretek yang dinyalakan berkali-kali
dan mata cekungnya
dan pipi tirusnya
 
Seperti musim sebelumnya
ada bias rinai dari jendela yang tak tertutup rapat
 
Dari jauh, terlihat daun-daun bergelantungan
antara tumbuh dan jatuh
 
Angin berputar dalam ruangan
 
Kaki hujan
 
“Dalam segelas kopi: ada perang,cinta, kuasa, dan penghianatan”
Ditulisnya pada secarik timah rokok
di luar udara sedingin kilometer terakhir
 
“Dalam segelas kopi: ada perang,cinta, kuasa, dan pengkhianatan”
Ia bacakan dengan lamban
 
Sebelum seorang demi seorang datang
sebelum seorang demi seorang duduk di sebelahnya
 
Di luar udara sedingin kilometer terakhir
Ia pun beranjak, dari gerak punggungnya terbaca
: “Ini kali terakhirku menulis sajak…”
 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s