OH, OMBAK GILA

Aku sisipkan pada sajak pagi
Tentang pohon ampalam tua direbahkan angin laut tadi malam,
sarang burung balam jatuh beruntun, hujan sedikit bergaram,
dan mantel plastik tipis yang masih tergantung di pintu kamar.

Pagi akan selalu begini, di kota ini. Pagi dengan ingatan
menanjak serupa bis-bis berpenumpang penuh dan melaju
lamban di pendakian menuju Sitinjau.

Akan selalu ada sajak basi menjelma,
mirip langgam lama,
di mana ratap-tangis terus tergadai di tiap simpul bahasanya.

Tapi pernah suatu ketika,
pagi adalah kalimat para penarik pukat
yang terus mengulang cerita tentang kapal gadang karam
di sisi barat gunung karang di antara duan pantai muara itu.

Pagi di mana aku dan kau saling berkain-sarung
menyaksikan ombak gila,
oh, ombak gila, rambut kita berjam-jam digaramkannya.

2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s