GERUTU

Ia pasang pasak di pintu kamar
sepotong kayu pipih, menyalakan pendiang ruangan

lantas menggerutukan dengan pelan bagian sajak Rossetti:
“Ingatlah aku, apabila aku sudah pergi jauh
pergi jauh ke daratan paling diam….”

Gerutu itu pelan, tapi malam naik cepat
lain udara semakin lembab.

Angin lamban, dari loteng terdengar
bunyi gaduh sepasang kucing terguling memburu mangsa.

Dua-tiga ranting pohon angsana terdengar patah, di luar
langit mulai menurunkan sedikit hujan. Dan agaknya
angin akan malas berpiuh, keyakinan segera lintuh.

“Ingatlah aku, apabila aku sudah pergi jauh
pergi jauh ke daratan paling diam….” Terdengar gerutu
sajak Rosseti.

Di angin lamban,
gerutu itu akan abadi.

2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s