AKU DENGAR SAMPELONG

Aku dengar bunyi sampelong, Amak

suara dari lubang betung, suara amuk air pasang di benteng tebing

suara dengan pelarian angin di kilometer jauh. Aku akan tempuh.

“Kirim aku mambang, kirim aku mambang,

aku serasa dibunuh di atas ranjang.” Oh, gerak betis kuda hitam

di tanah sirah. Gabak di hulu dibuatnya segelap asap damar

jalan diberinya simpang dengan jalur arus pembuangan.

“Kirim aku mambang, kirim aku mambang,

jatung-hatiku hangus di tungku arang.” Oh, legam lengan penarik pukat

tanah pesisir. Perahu gadang di samudera dibuatnya berkali-kali karam

gerak udara dibuatnya radang rahang berkepanjangan.

Aku dengar sampelong, Amak

seperti kalimat terakhir dari pedendang paling mahir, aku akan disudahi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s