ORKES

Lagu kasmaran dari gelombang radio, terdengar
seakan rekaman orkes lama diputar dari piringan hitam
ada angin sedikit menderu, imanku yang diseru.

“Cinta kita, bahasa yang tak perlu lagi diberitahu.
Repetisi senja, dengan matahari terbenam kita pandang
melulu.” Tapi ini malam bulan seakan lepas tampuk
langit sedikit batuk dengan getar terasa dari kaca jendela
palang pintu, tiang lampu, sampai pada kendaraan melaju.

“Aku ingin kamu, hari baru, dengan gerak ombak terus
menderu. Dengan apa mesti aku bahasakan kamu?”
Dan suara orkes dari gelombang radio, dan noise yang
bukan dari karatan jarum pemutar piringan hitam, dan
kertas buruk berisi sajak buruk.

Lagu kasmaran itu, suara orkes itu, juga sajak buruk itu
aku mengamini sebagai penerimaan untuk hari baru.

2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s