SUDAH LARUT MALAM

Di kota ini, aku jadi terbayang derap kaki kuda
para marsose berlari melintasi udara dingin
hutan trembesi.

Ada angin, ada ingin,
tapi malam terus
bergetar disihir ribuan cahaya bohlam.

 

Lihat, atap-atap gedung
menurunkan pecahan tembikar
setelah hujan sepanjang hari.
Dan di langit, burung-burung putih
masih terbang memutar
setelah migrasi yang tak jadi.
 
Sudah larut malam, di kota ini
aku dibuat berjaga
untuk sesuatu yang tak mungkin ada.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s