ANGIN DARI ARAH PAUH

Kecuali angin berkisar tak sudah-sudah dari arah Pauh
deru batu terseret aliran deras batang Kuranji, dan bau
getah ambacang terperam di pagu dapur, barangkali bulan
di luar kini sedang mengambang seberat jambangan.

Ada sebuah lagu, Irma, tentang hari depan. Di mana
perahu melaju dari hulu akan dibenam riak yang tenang
di mana padi tak lagi masak dan jagung tak lagi mengupih.

Dan di lagu itu, aku menata bahasa dengan jantung yang
sebagian lumpuh sebagian lagi entah akan segera sembuh.

Kecuali angin berkisar tak sudah-sudah dari arah Pauh
barangkali bulan di luar akan jatuh seperti durian runtuh.

Dan aku terus membayangkan hari depan serupa gaung
udara yang kedengaran jauh; hanya amuk gelombang.

 

Dimuat di Koran Tempo, Minggu, 22 Juli 2012
 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s