SEBUAH PAGI

Sebuah pagi, bisa jadi telah mangkir
pada kita. Dilumpuhkannya dongeng-dongeng
semalam, tentang hantu berambut pirang, kisah
seekor anak kijang terseret arus sungai yang panjang
dan cerita tentang seorang pemberani bertangan
buntung yang berakhir di tiang gantung.

Tapi sebuah pagi, katamu
bisa jadi hanya sisa dari patahan kusen jendela
jatuhan serbuk kayu dari loteng
serta ruang ganjil untuk membetulkan geraian
rambut sebelum berangkat bekerja.

Pada kenyataannya, pagi senantiasa
begini juga, secangkir kopi pahit dibahasakan
dengan bahagia.

Pagi memang kuning gading adanya, tapi akan
selalu ada janji yang telat: sedikit retakan
cangkir, aroma roti hangus, jahitan terompah
tanggal, serta sisa letupan asmara semalam.

“Biniku, pagi adalah kalimat pengakhiran bagi
sebuah dongeng,” kudengar seseorang berkata.

Dan pagi menyisakan getar dingin berkepanjangan.

Dimuat di Koran Tempo, Minggu, 22 Juli 2012

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s