TOKE KAIN PASAR MUDIK

Kapas digulung jadi benang, benang ditenun jadi kain
kain dihimpun di Pasar Mudik. Oalai, Haji Rasjid orang
kaya berlindak. Bertoko 12 pintu banyaknya. Seberapa
panjang kain penggulung sorban tuan khatib, seberapa
lebar kain jubah kaum paderi, seberapa banyak mesti
digunting buat penggenap tari selendang?

Amai, One, Andung… belilah kain pembadung anak,
belilah kain basahan mandi, atau kain pentutup kepala
buat si upik pergi mengaji. Oalai, Haji Rasyid induk
semang gadang dengan belasan anak dagang, seberapa
harga kain buat penghantar tanda pinangan? Aku ingin
menang membeli juga menang memakai. “Seelok cindai
atau sutera, jangan marekan atau belacu diguntingkan.”

“Ini cindai, bukan sembarang cindai, ombak Malaka
takhluk dalam seratnya. Ini sutera, bukan sembarang
sutera, di angin limbubu tetap tenang kibarannya.”

Pilihkan, bungkuskan, agak sehelai kain panjang. Sekalian
do’a dan tuah pelancar pinangan tolong disertakan!

 

Dimuat di Koran Tempo, Minggu, 22 Juli 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s