MENGUNJUNGI LADANG NAN JOMBANG DANCE COMPANY

(Materi untuk koran Haluan 29 Juli 2012 dan sudah dimuat dengan beberapa suntingan dan perubahan redaksi, “Nan Jombang Dance Company Padang, Bawa Minangkabau Arungi Dunia”)
Di antara nyala api ungun pada sebuah pekarangan rumah di Stradebroke Island, Eri Mefri, pendiri dan koreografer Nan Jombang Dance Company tercenung mengingat hari lalu. Waktu itu, Agustus 2007, di mana grup yang sejak 1 November 1983 didirikannya tersebut mendapat kesempatan tampil pada agenda yang diadakan oleh Brisbane Powerhouse, Australia, dengan membawakan dua nomor tari, Ratok Piriang dan Sarikaik. Itulah awal perjalanan Nan Jombang Dance Company ke luar negeri melalui karya.
Meski pada tahun-tahun sebelumnya Ery Mefri sudah berulangkali hadir memberikan workshop di beberapa negara, tapi bukan dalam kapasitas menampilkan karya. “Di Stradebroke Island itu saya dan Nan Jombang tercenung, teringat bagaimana perjalanan selama ini,” kata Ery ketika Haluan mendatangi kediamannya di Ladang Nan Jombang, Komplek Polda, Balaibaru, Padang, Jumat (27/7) lalu. Ia bahkan mengingat, dalam proses berkesenian sejauh ini di menjadi seorang koreografer, keluarga, anak istrinya, harus rela kelaparan tidak makan. “Pada waktu itu haru campur bahagia. Bagaimana tidak, agenda tersebut diadakan pada tanggal 2–11 Agustus, saya dan personil Nan Jombang merasa benar-benar dihargai dalam berkesenian,” lanjut Ery.
Ia lantas menceritakan bagaimana rumah penginapan di Stradebroke Island tersebut merupakan bagian dari pelayanan promotor Brisbane Powerhouse di sela-sela bertunjukan yang berjarak dalam waktu seminggu. “Jadi seminggu penuh, Nan Jombang benar-benar disuruh berlibur oleh promotor,” kata Ery.
Tapi tidak berarti ketika diundang di agenda Brisbane Powerhouse, Ery Mefri dan Nan Jombang, merasa puas dan itulah pencapaian dalam proses sejauh ini. Grup itu pun segera berbenah, baik dalam esplorasi karya atau dalam segi manajemen grup. “Sebab sebelum kami diundang pada Brisband Powerhouse, beberapa buyer dan produser dari beberapa negara sudah menawarkan tampil di negaranya,” kata Ery.
Penawaran dari buyer dan produser itupun di dapat bukan serta-merta. Penawaran tersebut dimulai ketika Nan Jombang mengikuti IPAM (Indonesia Performing Art Market) di Bali tahun 2004. Program yang diadakan oleh Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan itulah yang mulanya membuat Ery Mefri merasa yakin, bahwa karya-karyanya ternyata diminati oleh banyak buyer dan produser luar negeri. “Waktu itu Nan Jombang menampilkan tari Sarikakik, seusai pertunjukan beberapa buyer dan produser luar negeri langsung menyalami dan memberi penawaran,” kata Ery.
Prosedur yang diberikan oleh buyer dan produder seni pertunjukan luar negeri ternyata memang jauh berbeda dengan pelayanan di Indonesia. Sebelum Nan Jombang diundang ke pada Brisband Powerhouse, Ery Mefri bersama Angga Mefri (manajer dan penari Nan Jombang), terlebih dahulu diundang untuk Queensland Music Festival oleh promotor pada bulan Juli 2005. Padahal jarak waktu Nan Jombang akan pentas di daerah tersebut adalah dua tahun. “Itu adalah hadiah dari promotor, agar sebelum tampil nanti kita sudah paham tentang kota, tradisi, dan masyarakatnya”, kata Ery.
Debut koreografer Ery Mefri bersama grup Nan Jombang untuk tampil di luar negeri terus kian diminati setelah itu. Pada agenda IPAM 2009 di Solo, nomor tari Rantau Berbisik yang ditampilkan oleh Nan Jombang menarik perhatian lebih banyak lagi buyer dan promotor. Ery menceritakan, seusai penampilan tersebut banyak janji dengan promotor, ada yang langsung menentukan kapan tampil di negaranya, bahkan ada yang mengatakan sudah menyediakan dana.” Padahal ada yang akan tampil dua tahun ke depannya, tapi mereka bilang sudah ada dana,” kata Ery sambil tertawa.
Ladang Nan Jombang
“Tari adalah jalan hidup saya, jika berhasil akan hidup dengan tari, jika gagal akan mati dengan tari,” kata Ery meneguhkan tentang jalan hidup berksenian yang sudah dipilihnya. Kini dari hasil perjalanan Ery Mefri bersama Nan Jombang (Angga Djamar, Rio Mefri, Geby Mefri, Intan Mefri, Ririn Mefri) ke luar negeri, baik dalam memberikan workshop atau penampilan tari, kini grup yang hampir berusia 30 tahun tersebut sudah mempunyai sebuah ‘ladang’ memadai. “Ladang ini seluas 1.600 M3, akan menjadi masa depan Nan Jombang,” kata Ery.
Di tempat yang dinamakan ‘ladang’ tersebut sudah berdiri sebuah gedung latihan, gedung berlantai dua yang kini dijadikan tempat tinggal keluarga Nan Jombang dan kantor manajemen, ada kolam yang dinamakan ‘danau’, dua gundukan tanah dinamakan bukit, serta laga-laga dan tempat santai. “Ini hasil dari Nan Jombang, tanpa bantuan dari Pemerintahan Indonesia (Baik Pemko Padang atau Pemda Sumbar),” Ery menegaskan. Ia menceritakan, kebetulan anak-anaknya yang sebagian besar adalah penari di Nan Jombang sangat mendukung sekali dibangunnya Ladang Nan Jombang. “Anak-anak bilang, hasil pementasan bangunlah sanggar, yang penting kuliah kami ayah selesaikan,” Ery bercerita bangga tentang anak-anaknya. Dan hasilnya, sangar atau Ladang Nan Jombang tersebut mungkin akan jadi salah satu sanggar terbaik dan mewah yang dibangun secara pribadi di Sumbar.
Untuk ke depannya, Ladang Nan Jombang tersebut akan dibangun lagi satu gedung berlantai dua, untuk tempat diskusi dan dokumentasi Nan Jombang. “Sayang juga, beberapa waktu lalu Wakil Dubes Amerika datang dan sebelumnya Dubes Australia juga datang, tapi mereka hanya sempat diskusi di tempat latihan,” kata Ery tentang niatnya membangun ruangan diskusi. “Saya ikut heran, Dubes luar negeri saja datang, kenapa petinggi di Sumbar, khususnya kesenian saja tidak pernah datang ke sini,” kata Ery agak sedikit kecewa dalam pengapresiasian.
Ladang Nan Jombang, kata Ery, hanya sekedar tempat ‘menumpang’ bagi keluarganya saat ini. menurut rencananya ke depan, tempat tesebut benar-benar hanya akan dijadikan untuk kesenian. “Akan ada kantor, tempat diskusi, laga-laga menonton, dan ruang yang akan bisa digunakan juga oleh banyak orang,” kata Ery Mefri sambil mengatakan rumah keluarga akan dibangunnya di depan lokasi Ladang Nan Jombang.
Tour 2012 Akan Melelahkan
Dari bulan Agustus sampai Oktober ke depan akan menjadi tour yang melalah kan bagi Nan Jombang. Tarian Malam, koreografi terbaru Ery Mefri akan tampil dari 9-11 Agustus di pentas premiere di Brisbane Powerhouse, 23-25 Agustus dipentaskan lagi pada Darwin Festival di Darwin, dan dilanjutkan 7-8 September pada agenda Pesta Raya di Esplanade Theater Singapura.
Tidak hanya itu, pertengahan September tahun ini tour Nan Jombang akan berlanjut ke negeri Paman Sam untuk mengisi undangan beberapa promotor dan festival. Pada tanggal  nomor tari Rantau Berbisik dan Sarikaik pada 17 September – 16 Oktober akan dipentaskan di beberapa tempat seperti Dance Place dan The Kennedy Center Millenium Stage di Washington DC
26 – 29 September, agenda FirstWork di Providence Rhode Island, agenda Fall for Dance Festival dan Asia Society di New York, agenda REDCAT di Los Angeles California, dan yang terakhir akan tampil di Indonesia. “ Nan Jombang akan menutup Festival Salihara di Teater Salihara Jakarta dengan Tarian Malam,” tutur Angga Djamar manajer Nan Jombang Dance Company.
Angga ikut menari dalam koreografer terbaru Tarian Malam bersama Rio Mefri, Geby Mefri, Intan Mefri, Ririn Mefri, dan dua anggota Nan Jombang dari ISI Padangpanjang. “Beberapa gandang sudah dikirim ke Australia dan yang kami gunakan latihan sekarang Akan segera dikirim ke Amerika secepatnya,” kata Angga tentang persiapan mereka untuk tampil di luar negeri.
Ery Mefri mengatakan bahwa Tarian Malam adalah koreografi terbarunya tentang kejadian gempa 2009 lalu yang menimpa Minangkabau. Dalam 80 menit, kata Ery, para penari dalam pertunjukan tersebut akan tamnpil ekstra dengan gerakan yang benar-benar harus sempurna filosofinya. “Akan ada raungan kesedihan dalam tari ini,” lanjut Ery. Melalui Tarian Malam,  Ery mefri dan para penari Nan Jombang tentu akan memabawa nama Sumbar (Minangkabau) dan Indonesia ke luar negeri melalui tari. Meski menurut Ery Mefri sejauh ini pemerintah tak banyak membantu dalam proses kreatifnya. Ia tetap optimis, melalui tari, dan Ladang Nan Jombang yang sudah dibangunnya, grup tari yang tahun depan beusia kepala tiga tersebut akan menghasilkan debut-debut terbaik selanjutnya.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s