PAGI DENGAN ANGIN MENINGGI

Pagi dengan angin meninggi,
ponsel dengan suara batuk, kasur mengeluarkan
biji kapuk, loteng dihisap sebuah ceruk, serta
sisa dingin yang terlalu dan beberapa frasa ganjil
tentang pembunuhan di halaman muka koran pagi.

Ada potretmu, tergantung dan ingin jatuh
bergoyang tanpa disentuh.

Tapi selain itu, kamar dipenuhi bau puntung
obat nyamuk gulung, dinding dengan bercak alkohol
pembersih luka tukak. Sebuah kematian akan segera
dirancang di sini — kematian mesra,
kematian secerlang suasa.

Dan pagi ini angin terus meninggi,
kudengar suara garuk seorang penyiar perempuan
di televisi dalam berita cepat tentang kerusuhan,
bunuh diri di atas kompor, sepasang biji mata yang
digadai, dan rapat akbar dalam narasi setengah hati
: bahwa kemerdekaan ada di balik kulit pisang dan
di lembut paha gadis yang mabuk marijuana.

Ada bayangmu, terselubung membuatku limbung
menghitam dan membuatku karam.
Angin terus meninggi, udara serasa ruang kremasi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s