HILIGOO, SEMALAM SUNTUK

Ini perang semalam suntuk
di antara gedung bioskop tua sepi dari gaung,
sepi dari orang meraung. Di antara bekas gudang
kopi ada biduan mabuk langsir berjoget,
ada biduan hibuk saling memotret.

Aku serasa menembus hari lalu,
48 jam narasi percintaan
tiada putus-putus.

Udara hitam,
sedikit batuk, sebutir tablet anti mabuk
malam jadi tanpa bentuk.

Di antara getar jarum jam tua
geletar menara lama, bau asap sate kelebihan
minyak bawang, dan bunyi ngekkk berkali dari
bangku kayu seakan membuka jalan menuju
rahasia lama—ada sepasang orang tua
duduk berhadap-hadapan, mereka kasmaran,
dalam dialek utara menggumamkan doa hari depan.

Udara hitam, Hiligoo.
Lonceng berbunyi sebentar
malam memainkan lagu sendu, benar-benar sendu.

 

Dimuat di Lampung Post, Minggu, 12 August 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s