KASMARAN BEGINI

Dan imanku,
dan sajakku,
dan juga cintaku,
belum akan runtuh sebelum gempa gadang
membenamkan Gunung Padang.
 
Dan imanku,
dan sajakku,
dan juga cintaku, belum akan tersentuh sebelum
batu karang gadang diamuk ke laut seberang.
 
Tapi iman, sajak, cinta,
dan segala yang membahana serupa
pembenaran dari mimpi-mimpi prosaik.
 
Yang lebih dari sajak ini, lebih dari kamu
tentu segelas kopi panas dibikin langsung
dari penjerangan tungku.
 
Aku percaya itu,
seperti aku mempercayai bahwa kasmaranku
adalah “kasamaran yang begini”,
bukan “kasmaran yang begitu”,
bukan pula “kasmaran yang bagaimana”.

Dimuat di Lampung Post, Minggu, 12 August 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s