PADA RETAKAN PATUNG SINGA

Pada retakan patung singa, pada porselin gambar naga, pada jendela
sirah penghisap cahaya, pada ambin yang tiap sebentar menjatuhkan
serbuk kayu, aku kenang kau dalam gerak udara masih serupa itu.

Di sini orang-orang masih berdendang tentang sepertiga gunung
diruntuhkan ombak gadang, tentang belasan anak gadis yang hilang
di jalan bersimpang lima, tentang jodoh serta maut yang tak
boleh disebut apabila malam sudah larut, dan kita berebut tempat
berdiam di setiap babakan dendang itu dihentikan.

Pada retakan patung singa. Aku pandang matamu masih sirah begitu
juga, aku rasakan di dadamu masih berisi gemuruh ombak gila.

Kandangpadati, 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s