PADA SEBUAH MALAM

langit dengan gerak angin yang begitu juga
ada dingin berjaga dimana-mana,
seperti kavaleri berkuda buta dengan tombak yang mengarah ke utara.

di luar hanya bunyi genta dan rebana, bunyi dari hari lalu yang membahana
dan sudah semalaman duduk berdua
—dalam gerak angin yang begitu juga “yang begini, kakanda. yang seperti ini,
rasanya seperti belasan gading purba ditancapkan di bagian punggungku….”

gerak mulutmu,
mengingatkanku pada bagian dari sepasang sendal yang tercuri
dan balik dicuri di pelataran masjid.

juga pada tembilang panjang yang pas di genggaman tangan,
tembilang yang bertahun hilang
dan tak pernah persis kutemukan gantinya.

“yang begini, kakanda, yang seperti ini,
asmara dengan luka lambung atau lubang pada punggung
kita tetap mesti berjaga….” kudengar genta bunyi rebana semakin jauh
kini udara merupa barisan barikade kawat berjerat-berperangkap.

segalanya mendadak berungkap hari lalu
serasa kemarin masih baru.

Bandung, 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s