PULAU PANDAN

di air keruh, di angin yang bergerak jauh
pulau pandan diseru-seru, pulau pandan ditabuh-tabuh.

ada kapal minyak, ada juga sampan laju berlampu api
tapi di antaranya tak ada yang benar paham jalur ke tepi.

dan suatu kali, padamu pernah aku memantunkannya
pulau pandan, di mana hantu bermalam dalam pasirnya.

di mana kerang menyimpan lampu dalam dagingnya
di mana kepiting memasang sayap untuk punggungnya.

di mana daun, di mana batang, di mana urat berusaha
menjangkau air pasang dan gerak gelombang sebisanya.

di air keruh, di angin yang bergerak jauh
ke pulau pandan aku mesti berlabuh, atau kau akan rubuh.

tapi bisakah jarak disebut untuk tujuan yang telah sudah?

sebab di pulau pandan, ‘jauh’ mungkin bisa tertempuh
dan ‘dekat,’ belum tentu bermakna: telah sampai berlabuh.

2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s