JANDA SIHAMPA

—pernihakan Deddy Arsya

Jalan sudah dialih orang lalu, Sutan! Kau masih melagukan
cincin belah rotan erat melekat di jari manis, mengelukan syair
tentang riuh pacuan kuda dan karcis sobek yang tidak laku.

Sementara Tiku sudah dipenuhi kapal sompak dengan hantu-
hantu kurus perompak bengis, Nareh dengan timbunan bedil
karatan, Padang ditumbangkan muntahan meriam berbentuk
sebatang kerampang gergasi, dan Sawahlunto lubangnya terus
menganga hingga semua yang berjalan dibuat terjungkal.

Nama-nama tempat sudah disebut, sudah dibuat sansai, tapi
Pandaisikek? Ada angin samun membikin kau gila berdendang
di sana benang ditenun gadis berpipi sirah, lengannya tumbuh
seakan ambacang bengkak mengkal.

Tapi kau mesti tahu, hati-hati terpijak janda sihampa
tukang suruh tukang seraya. Sebab sudah diberinya renda pada
saputangan Sianu, dibuatnya dia melangkah surut ke masa lalu.

Kandangpadati, 2013

 

Dimuat Koran Tempo, Minggu, 3 Maret 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s