ORANG-ORANG KALUMBUK

Di hitam angin Kalumbuk
aku menebak
siapa lebih dulu akan dibuat jatuh terduduk
aku, demam pada hari lalu, atau dengung pada pangkal telingamu.

Tetapi di sini orang-orang telah lebih dulu membangun rumah
di antara runtuhan sarang punai. Mereka telah lebih dulu membaca
kitab segala bisa sebelum amuk tak tercatat itu telah membakar
segala isi dapur, mereka juga telah lebih dulu belajar memendam
sekawanan induk harimau dalam perutnya.

Aku membayangkan, di sini, kelak anak-anak dengan pupil mata
sirah membara akan terlahir dari pusaran limbubu. Anak-anak
yang pada saat lambung mereka berbunyi akan berkata: “Aku
menulis sajak di karung-karung beras. Tentang iringan
karavan dari darek yang terhuyung di penurunan Sitinjau!”

Di hitam angin Kalumbuk
aku menebak hari baru serupa daging tumbuh
pada pangkal tembusumu. Sakit yang akan terus memburu.

Kandangpadati, 2013

Dimuat koran Riau Pos, Minggu, 17 Maret 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s