MENARI DALAM BAHASA SAJAK

kita tak berjarak, tak setipis kulit kabut, tak sebias tempias hujan
selesat dan sehablur doa gerombolan orang yang mabuk tuhan
aku merambat ke hunianmu
tak dari jenjang aku menuju
tak dari pintu aku mengetuk
tak dari mata aku menikmati pandang
 
mengingatmu seolah menikmati sakit sabut
yang lepas dari tempurung
dan aku telah menyahutmu dari punggung lembah
berganti tempat dengan punguk yang selalu bersahut lembut
tapi rindu tak juga disambut bulan
 
sungguh benar kita tak lagi bisa berjarak
sedang aku membaui rumpun pandan musang (langsung
membayang kelihaianmu bermain dengan liang periuk
langsung tampak sigapmu menggunting rapi di lipatan
kain buruk) sungguh kau teramat pandai berminyak air
 
kusebut lagi, kita tak pernah benar berjarak, kita setali tiga uang
meski terbelah, kita belah buah ketapang
jikapun patah, kita tak patah dari pangkal
 
begitulah, aku yang tak terlalu lihai mencintaimu
tapi mampu membuatmu menari dalam bahasa sajak
 
2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s