TENUNG

1
di beranda dengan udara senja yang berat
ada ringkik kuda, kelepak balam dalam sangkar
tajam aroma lada dari tungku dapur
aku tahu santan terlambat dimasukkan
juga tenungmu, tenung yang bermalam-malam
telah menggerakkan hujan ke arah bukit barisan
 
sisanya, ada dingin, ada juga ingin
menggalah hujan ke arah beranda ini
 
 
2
gebalau angin, suara rimba dalam
menggeriap dalam badan
barangkali si binuang menyimpan kesakitan 
yang sama, ringkihannya semakin dalam
kita pernah menaiki punggungnya sepanjang 
padang alang-alang
sebelum petang kian memberat seperti sekarang
 
 
3
aku telah menyeberangi laut
sebelum kau membayangkan gelombangnya
dan suatu ketika di palka, di antara
seretan suaramu; seperti raung panjang
kembali aku bayangkan
gesekan daun padi, miang gatal, ratusan ekor capung
berterbangan di senja raya
 
juga matamu, mata  yang menyaru
dan merayu dari balik kelambu
 
2010
 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s