TUAN DI BATANG-BATANG PISANG

tuan di batang-batang pisang
aku mengamini dirimu kandas
seumpama buah jatuh
aku mengasihi dirimu lumpuh
sebagaimana batang jatuh dan membusuk
 
dan aku juga berdoa agar dirimu sembuh
sebab pucuk-pucuk daun telah
berlubang dan berwarna hijau pasi
(di sana berumah ulat bulu, ulat berlendir gatal
ulat yang segera memasang sayap lebar
di punggung lunaknya. dan tuan di batang-
batang pisang akan segera dibawa terbang)
 
tuan di batang-batang pisang
seperti tangkai dan surai payung
begitulah aku menyebut batang serta daun
dan tuan seumpama gelupas kulit di bagian pangkal
tenang tak digaduh pulunan hujan
 
bilamana tuan di batang-batang pisang
jatuh tumbang ditebas sebilah parang
aku akan turut berduka
 
meski kusebut tumbang dalam sajak
tapi tuan di batang-batang pisang telah terhidang
sebagai buah matang di bawah rajutan tudung saji
(mungkin sebelumnya diuap dalam periuk
atau digoreng dalam kuali oleh tangan
yang lihai meracik bumbu)
 
atau barangkali sebagai pelepah basah
setidaknya tuan di batang-batang pisang
bakal jadi pengebat bagi himpunan tampang padi
 
2010
 
 
 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s