LUMUT SULIKI HIJAU SUTERA

Aku ke pasar raya mengasah batu lumut Suliki
corak hijau sutera pemberian seorang kerabat dari darek.
 
Cincin perak seperti biji petai membuat mataku
rusuh di cerlang kilaunya. “Engkau berdada panas,
Tuan. Dudukkan batu lumut Suliki itu dekat dengan
kulit di jari manis, jangan beri jarak sehelai rambutpun,”
seorang pandai perak dalam dialek Kotogadang
menggoda membeli dagangannya berbagai cara.
 
“Engkau sungguh gagah, Uda. Mataku dingin
memandangmu, jantungku roboh menhadapimu.”
 
Berbilang hari kami jalan seiring dan kini
kubayangkan kekasih jantung-hatiku akan
memuji setelah cincin lekat di jari.
 
“Asahkan bapak, aku beli cincin perakmu, dudukkan
batuku ke liang seperti biji petai itu!”
 
Kandangpadati, 2013
 (dimuat di Koran Kompas, Minggu, 30 Juni, 2013)

Iklan

4 thoughts on “LUMUT SULIKI HIJAU SUTERA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s