MELAWAT PAGU, MELAWAT HARI LALU

Yang terletak di atas pagu. Cincangan kayu gaharu, patahan tulang
kaki rusa, tebaran biji kapulaga, dan mantera ibu menanak nasi
dengan sugi tersangkut di geraham tepi.

Yang terletak di atas pagu. Pedas bubuk lada hitam, dendeng kering
dari rabu sepi, aroma gula gardamunggu dan pisau berkarat buat
mengerat putus leher ayam jantan.

Aku melawatmu, yang terletak di atas pagu, sisa demam pada hari lalu
seperti gaduh magrib penuh cerita hantu dan peria pahit yang terus
dipaksa untuk digigit. Aku melawatmu, yang terletak di atas pagu, sisa
mimpi buruk pada jalur ladang tempat orang hilang dan rimbun
batang tebu udang yang tak kunjung manis sampai sekarang.

Aku terbayang dentang bunyi sendok panjang beradu dengan kuali
Para ibu dengan lengan jilah sedang menari. Gelakak santan panas
Bergelumbai menyimpan dusta air susu dari bekas uap air menanak nasi.

Aku melawatmu lagi, hari-hari penuh air pencucian perut ikan, hari-
hari penuh dengan patahan senapang pelepah pisang.

Kandangpadati, 2012

 

Dimuat koran Kompas, Minggu, 9 Desember 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s