OSLAN DAN LAGU PALINGGAM

Palinggam adalah orkes lama,
dalam lagu berdayung sampan, dalam joget angin selatan.

Bandarnya berair hitam, tepian dengan bangkai kapal dagang
apabila bulan susut dinding gudang-gudang tempah di seberang muara
merupa dahi kulit angkut tua dengan kerutan panjang kait-berkait.

Aku tergiang dendang lama, Oslan memainkan gitarnya, ombak menari
bersibantun di karang bukit Palinggam. Sampan sedang bertaut tenang.

Duhai, tengah hari pekak dalam panas sedang berdengkang
Gadis-gadis bertali kutang genting mencuci periuk nasi. Seakan hari
dada jilah mereka pepaya masak sedang berbuai.

Serasa sampai, serasa sampai

– Kalau Oslan sudah memainkan gitar, pasir basah bakan berderai.

Di Palinggam, roman percintaan 1000 tahun sudah lama dikalahkan
tebing bukit landai berpengang-gadai dengan sisik ikan karang, patahan
tulang ekor pari, dan isi dada penarik pukat yang terbelit selusin peniti.

Duhai, apabila malam naik maka angin samudera mendesir, seakan
serunai dibunyikan tukang dendang paling mahir, seakan dukun pulau
sedang memiuh jantung-hati dengan pukau, “Oslanm mainkan gitar
lagu getar selangkang kuda jantan penarik bendi…”

– Kalau Oslan memainkan gitar, air susut bakal meninggi.

 Kandangpadati, 2012

 

Dimuat koran Kompas, Minggu, 9 Desember 2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s