KETIKA PONDOK JAUH DARI RUSUH

[dokumentasi pribadi beberapa catatan saya tentang konfil antapa Pemko Padang dan HTT Padang, 2012 lalu]

Kondisi di sekitar lingkungan gapura Hok Tek Tong, Pondok, Kota Padang sudah terlihat tenang, Selasa (16/10/2012), ketika saya mendatangi lokasi tersebut dari pagi hingga siang hari. Tidak seperti hari sebelumnya (15/10/2012), di mana batu-batu berserakan di jalanan depan klenteng setelah bentrok terjadi antara warga yang tergabung dalam Himpunan Tjinta Teman (HTT) dengan personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang kira-kira pukul 09.30 WIB.

Tidak terlihat lagi mesin eskavator yang direncanakan akan digunakan untuk pembokaran gapura Hok Tek Tong milik HTT itu. Juga tidak ada kumpulan warga, baik dari pihak HTT maupun pihak Satpol PP yang berjaga-jaga di dua sisi yang berbeda.

Ketika saya berkunjung, hanya ada puluhan warga, termasuk pemuka-pemuka HTT di Pujasera Siti Nurbaya yang terletak tidak jauh ke arah dalam gapura. Mereka berharap perkara pembongkaran gapura tersebut cepat selesai. Sebelumnya, kasus ini berawal dari pendirian garura HTT yang tidak mengantongi izin Pemko Padang. Proses sudah dijalani dengan memberikan teguran hingga surat perintah bongkar bangunan dari Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (DTRTB) Padang. Surat DTRTB No.640/2-04/DTRTB-PP-2012 tersebut digugat ke PTUN Padang. PTUN Padang dalam putusannya menyebutkan untuk menunda pembongkaran gapura dan mene­rima gugatan HTT.

Dikarenakan Pemko Padang tidak terima, diajukan banding ke PT TUN di Medan. Dalam amarnya PT TUN di Medan memutuskan membatalkan putu­san PTUN Padang No.03 tanggal 29 Mei 2012 atau mencabut pene­tapan penundaan pembongkaran. Dan kini kasus tersebut sedang diajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Tyieng An atau Andrianto (68) mantan off komisaris HTT yang sempat saya ditemui di Pujasera Siti Nurbaya berharap kasus ini cepat selesai. “Kami cuma berharap kasus ini selesai, dari pihak kami tentu tidak ingin adanya pembongkaran, seharusnyalah pemerintah memberi bantuan untuk membangunnya karena ini menambah keindahan,” terangnya menjelaskan bahwa gapura seperti itu seharusnya menjadi kebangggan sebuah kota.

“Gapura itu adalah seperti sebuah kehormatan bagi kami. Dan sejauh ini masyarakat atau pengunjung tidak ada komplain, banyak yang berkunjung dan berfoto di sana,” tembah Andrianto.

Lim Pek Kwan, salah seorang pengurus HTT yang juga merupakan pemilik Yayasan Dedikasi Edukasi Kualiva (DEK) Padang menyatakan keprihatinannya terhadap kejadian kemarin. “Saya paham, Satpol PP juga melakukan tugasnya, sementara kami mempertahankan ini demi sebuah kehormatan,” katanya. Ia sangat menyayangkan terjadinya tidakan yang menyebabakan beberapa orang warga dari pihak HTT dan pihak Satpol PP terluka. “Seharusnya ini tidak terjadi, di Padang, saya kira adalah tempat yang paling damai bagi beragam etnis,” terangnya lagi.

Hal yang sama diungkapkan The Tie An yang merupakan off  komisaris HTT, bahwa setidaknya dengan gapura itu lokasi Pondok bisa memancing pengunjung untuk berdatangan. “Di mana-mana, di kota mana pun, pemerintah selalu mendukung untuk pembagunan sebuah gapura,” katanya.

Ia mengatakan semoga saja bentrok yang terjadi kemarin tidak terulang lagi ke depannya. “Jika bentrok tersu berlanjut, satu akan jadi abu satunya lagi akan jadi arang, tidak akan ada penyelesaian, sedangkan ini perkara yang seharusnya pemerintah lebih bisa mengarifinya,” terang The Tie An sembari memperlihatkan sebuah foto gapura Hok Tek Tong dalam ukuran besar yang difoto tahun baru lalu. “Indah bukan? Dan apakah ini yang akan diruntuhkan paksa oleh pemerintah?” lanjutnya bertanya.

Bersambung: DOA SEBELUM PEMBONGKARAN GAPURA

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s