GELOMBANG RADIO SEBELUM PAGI

Kota ini, apa mesti diharap lagi
selain kerlip lampu mengungsikan ruang matamu sebelum pagi
dan deru ombak, hiruk orang mabuk tuak, tiang rumah berderak.
 
Kota ini sebuah kubu, katamu, dimana hari lalu mempertahankan
diri sebelum hari depan mendendangkan lagu tentang kehilangan.
 
Sebelum pagi, pada gelombang radio itu seakan aku dengar
suaramu menyeru seperti angin lalu, sebentar dan berlalu.
Sebelum pagi, pada gelombang radio itu suaramu
seakan lenguh para pemburu, napas yang terburu.
 
Di kota ini kita lagu lama sebelum dilupa, kita gerakan terakhir
penari tua sebelum jemarinya bukan lagi bagian tanda bahasa.
 
Padang, 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s