KE ARAH HARI LALU

Biniku, kita pisah sehari
dalam kepalaku klenong bendi Kalumbuk terus berbunyi
ketipak sepatu kuda itu serasa memecahkan tulang rahangku
lambungku menghitam dalam mengingatmu.
 
Kita pisah sehari, biniku, ke arah hari lalu aku berjalan
menghadap ke laut lepas
sampai menemu ombak membeku tak menghempas.
 
Sebab di sini,
pada pangkal kota ini
waktu berulangkali mati
kita tertidur untuk terbenam di hari depan
kita berjalan untuk terantuk pada kenangan.
 
Dan ke arah hari lalu aku berjalan
kita akan pisah sehari
kangenmu kangenku akan menghimpun
dalam mata jarak yang semakin rabun.
 
Padang, 2013 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s