ORANG ALIM BATANG KABUNG

Khianat, Engku, nasib baik adalah khianat. Empat puluh hari
empat puluh malam aku puasa putih, aku sembahyang dalam
sepi tak terperi, tapi dadaku tetap dirundung demam masa lalu.
 
Aku melingkarkan sorban di kepala, menyorongkan jubah
hingga terbenam leher sampai betisku, berjalan hilir-mudik
dari pagi hingga ke pagi lagi dan mengadukan hari buruk pada
tunggul tersambar petir di tengah kuala itu. Tapi tunggul akan
tetap tunggul, memendam diam seperti orang bisu kena bisul.
 
Kau sebut aku orang alim, berdada lapang berkepala dingin
sedang air hitam berpusaran hebat di pupil mata sirahku.
 
Kandangpadati, 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s