DENDANG KAPAL KANDAS

Telah aku dendangkan kapal kandas
tapi laut berangin buruk tetap tidak terbujuk
dan saban malam bulan tetap jatuh seperti limau membusuk dari tampuk.

Maka tidurlah. Anakku.

Tidur akan membebaskan kita dari gemuruh angin sakal, angin pembawa suara derap langkah hantu para lanun, angin pengirim jerit sakit orang-orang tersabung tali jantung.

Tidurlah, tidurlah tampuk jantung – ulu hatiku.

Sebelum getar pada rahangku, getar pada punggung, dan getar pada lambungku menandakan terhentinya gelombang gadang.

Kapal kandas akan terus aku dendangkan.
Di dalamnya gelombang akan kupulun akan kupintal, laut akan kugadai, dan kulipat benua hingga kau terjaga hanya dalam gairah suara genta iring-iringan karavan kuda terbang mengelilingi kota.
Dan dendang akan kusudahkan.

2014

 

Dimuat Koran Tempo, Minggu, 11 Mei 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s