DITUBA KABUT ASAP

Kita dituba kabut asap, istriku.
Kau keluhkan gatal mata, asma, dan lubang hidung serasa
menghisap asap kompor puluhan sumbu terbakar kehabisan minyak.

Aku berkata hantu rimba raya Riau dengan rahang hangus
dan perut mengandung bara gambut telah berhamburan
dari sarangnya. Serombongan orang alim dari Siak sembahyang
meminta diturunkan hujan turun tiga hari tiga malam.
Serdadu-serdadu pemanggul pompa dan bedil air dengan
gagahnya diturunkan dari pusat kota. Pawang hujan dengan
celana dalam terbalik tak berhenti membaca mantra dari balik
tandan batang kerambil.

“Celakalah hantu rimba raya Riau, Uda.
Anak-anak seakan lahir dan tumbuh dari dalam cerobong asap
dengan paru-paru menghitam!”

Kita dituba kabut asap, istriku.
Dan kau mulai keluhkan suara batuk dari dalam perutmu.

2014

 

Dimuat Koran Tempo, Minggu, 11 Mei 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s