MENJAUH DARI KOTA

Kami menjauh dari kota ini,
menjauh dari getar betis dan dada jilah gadis muara
dari lagu tentang ombak dengan kapal gadang penyeberangan
dan kami berumah di antara harum bunga pala dan pahit kulit kina.

Kami menjauh dari kota ini,
menjauh dari jalanan dan simpang yang memendam tenung kasmaran
hari lalu, menjauh dari getar jatuhan daun ampalam yang membuat
kami tersungkur dalam berjalan, oh, jauh dari haru biru kota ini.

“Di Padang, siapa akan mengapung dan siapa akan membenam?”

Mengapung dan membenam. Hari lalu selalu bermain di antaranya
di antara hujan lebat dan panas berdengkang, di antara air turun
dan air naik, dan kini kami telah berumah di antara pecahan empedu
dan luka lambung!

2014

 

 

Dimuat Koran Tempo, Minggu, 11 Mei 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s