TALAK SERUMPUN BETUNG

Sudah aku lipat gelombang pasang
jauh ke pangkal batang pisang
dan batu gadang beradu batu gadang menderu tak menentu
dalam pada itu aku nikahi juga kau
kuremas perut membiru, kudamik dada keringku
kurentang lengan sebelah patah.

Telah dipertuankan aku sepanjang bulan tampak
didendang-lagukan dalam gairah pelarian kuda muda
dibuat mabuk setiap mengetuk pintu
mabuk setiap menyigi kelambu
tapi itu sihampa itu mambang dengan
bulu kerampang terbakar datang menyinggahimu.

Kau tersapa, adinda, kau tersapa hingga menggila!

Dengan mulut berbuih
talak serumpun betung itu kau ucap juga.

Telah dipertuankan aku sepanjang bulan tampak
datang mambang aku dibuang
tiba sihampa jantung hatiku diregang.

2014

 

Dimuat Koran Tempo, Minggu, 11 Mei 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s