BATU UJUNG TANJUNG

Batu Ujung Tanjung
sewarna mata burung
dibawa orang ke Taruntung.  

Kasih dilamun ombak bergulung
kami kelumun kain sarung
didekap sendiri lebam jantung.  

Batu Ujung Tanjung
sebelum sampai ke Taruntung
dibelah sedikit pengadu untung.    

Kasih sudah karena tenung
kami ibarat nelayan bingung
ke laut gila pikiran mengarung.  

Batu Ujung Tanjung
sampai setengah di Taruntung
bakal disimpan dalam tempurung.  

Kasih diharap sebesar gunung
rupanya menciut sebiji jagung
dibuat puisi pengobat murung.  

“Bou, bou, si anu mati tergantung!”
 
Agustus 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s