ANAKKU MATA PUISI

Anakku mata puisi, ke gelap paling sempurna pandanglah semua
jauh di dalamnya bahasa telah merupa retakan pantung-patung tua
lumut pada bejana lama, terakota yang tenggelam diamuk badai
pasir ribuan tahun lamanya. Ke gelap sempurna itu pandanglah
di balik cakrawala dengan selubung hitam merentang panjang
sebuah celah cahaya tersembunyi dalam dingin yang sempurna.  

Anakku mata puisi, memandang tajam ke laut dalam, jauh ke lubang
kelam, ke langit terbentang dengan reruntuhan rasi bintang mati.  

Anakku, mata puisi, segala hitam segala kelam akan kita kuak
segala makna bahasa akan kita sentak dengan pandangan penuh api.

September 2014

Dimuat di Riau Pos, 28 September 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s