DARI POTRET PERJALANAN FAIZ

Ke arah timur, kawanku mencari kemerdekaan sebuah negeri
dalam patahan lembing para penunggang kuda perang, pada arang
sisa rumah ibadah yang sengaja dibakar malam, pulau-pulau
dengan bangkai kapal perompak dari berbagai bangsa, mereka-reka
lagi nama pemilik belulang di galian bekas tambang tembaga.  

“Negeri di bawah angin. Tuhan menciptakan dingin dari ceruk
ledakan gunung hingga karang retak oleh gelombang gadang.
Negeri di bawah angin. Orang-orang membakar rumah, kota
bahkan tubuhnya untuk menghilangkan rajah tentang masa lalu.” 

Ke arah angin membujur kawanku mencari kemerdekaan
sebuah negeri bersama denting patahan mandau karatan, dalam lagu
haru tentang murka laut dimainkan gadis manis berambut ikal, dalam
potret-potret tentang kepingan surga yang kesepian di dasar samudera.
Kawanku seakan menyusun sobekan peta buta, dimana hanya masa lalu
dan tuhan yang bisa membubuhkan tanda memberikan makna.  

September 2014

Dimuat di Riau Pos, 28 September 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s