DI BLANTUNG

Di Blantung,
udara seakan sawan
kami mainkan lagu Sitikam dan angin berputar duabelas gulungan.

“Badai datang dari laut
bersabung suara meriam hantu perompak besar!”

Tapi Sitikam masih kami mainkan
pada senja suram begini
anak-anak terus bermain layangan.

Pada gaung ombak tiba meninggi
gadis kasmaran masih menggetarkan dada berisi.

Di Blantung, di antara pohon angsana tua
kami mainkan lagu Sitikam
dan pucuk-pucuk daun berderai turun.

September 2014

Dimuat di Riau Pos, 28 September 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s