KECUALI PADA JARUM PATAH

Kecuali pada jarum patah
kemeja robek belum sempat dijahit
dan benang serupa waktu tak mau diulang pintal
aku membaca tahun, mengingat rupa hari
lantas membayangkan musik itu berpiuh lagi
di udara dingin, di angin dengan gerak rendah.  

Aku tahu, berkali-kali dering telpon itu terdengar berhenti
di malam hari. Berkali-kali ketukan pintu itu tak membuat pasak
membuka dan knop mengalihkan sangkutan. Dan sepi dari sini.  

Kecuali pada pinggan pecah
busut perut masih mengeluarkan suara gerungan
barangkali di belakang batu masih tertanak seperti itu
aku ingat malam, takut akan dongeng, takut akan besok
ada hantu dengan jubah putihnya
tersibak bersama gorden, mengetuk-ngetuk pagi.  

Benarkah kita mesti begini: kisut dari hari ke hari
dalam puisi dengan jerat-pukat kata mengikat dengan sendiri?  

Tuhan, yang senantiasa berjaga dalam tidur
selamatkan kami, dari jarum patah dan takut hantu, dari dering
telpon berkali dan bahasa buruk setiap hari!  

Padang, 2014

Dimuat di Koran Indopost, 8 November 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s