MEMANDANG MARAPI

Marapi serupa gadis bagun pagi
baju putih mata ganih.  

Aku turun
dalam dingin pucuk seledri  

bersama decit rem di licin jalan.  

Ohoi, pagi tiris gadis manis
di luar dingin dihembuskan
di dalam api dibenamkan
kau bangun, aku melamun.  

Aku turun
bersama kabut merawat lumut.  

seiring dengus napas anjing peburu. 

Babi benar! Pagi tumpas gadis lepas
di luar dingin memasang jerat
di dalam api memainkan jilat
kau hilang, aku jadi tualang.  

Marapi masih serupa gadis bangun pagi
kupandang kini
tapi cinta benar tak pernah diberi!

Padang, 2014

Dimuat di Koran Indopos, 8 November 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s