MENANAM MANTERA

Telah aku tanam mantera pengusut rambut
ke dalam tenun selimut tebalmu
ke dalam serat kapas kasurmu
agar kau tahu bahwa setiap malam naik udara akan bersisik
dan bintang seakan berpusaran, aur berdengung mengerikan
sementara serombongan kucing bertengkar
menghempas-hempaskan telenang di belakang
menjatuhkan piring gelas dan segala tampak
mereka menggerung tak karuan, mendengus sembarangan
dan berlari kian-kemari di atas loteng
seakan tersedak karet gelang di kerongkongan.

Telah aku tanam jauh mantera pengusut rambut
ke serat dagingmu
kuperam dalam-dalam di usus besarmu
mencair di sirah lambungmu
jadi lemak jadi daging pada getar betismu
pada bengkak lenganmu
hingga gelombang susumu
telah kutanam tak terkira dalamnya
tak terbaca bentuknya. Agar kau tahu segala
yang menurut padamu ada aku turut serta memberi tahu.
Agar kau tahu bahwa bukan cuma hantu
bukan cuma mambang bisa menguntitmu
tapi gerungan kucing pun bisa merobohkanmu.

Oh, dengkurmu pada malam-malam bulan berlendir
telah mengutukku agar dapat menghimpun bebayangan
kepak burung, memilih setiap patahan ujung jaruh
dan menelan setiap racun yang dikucurkan
dari kulit pohon haram jadah. Tidurmu, jagamu, telah
mengalahkan segala ketenangan laut sehabis pasang.
Dan tak ada ombak tenang, tak ada sampan-sampan
laju sealiran, tak ada lagu-lagu penerimaan.

Oh, aku tanam juga, aku tanam juga
jauh ke kedalamanmu. Agar kau tahu
bukan cuma mambang
bukan cuma hantu bisa mengutitmu.

2015

Dimuat di koran Riau Pos, Minggu, 8 Februari 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s