SYEH BATU

Dari Langkat ke Suliki, dari Lahat hingga Senggigi

ia kuak batu ke dalaman kubangan babi

ia cukil batu sampai ke pangkal sungai mati

ia korek batu hingga lubang-lubang di tebing tinggi.

 

Dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun

sampai ditemukan getah kelenjar buah-buah gajah, sulur 

ganggang hitam dan akar lumut biru, daging limau sirah 

hingga bulu kuduk sulaiman mengeras diperam mineral 

bumi, maka ia percaya hidup dan mati tak lebih dari 

menggali dan mengimani batu, batu, dan batu!

  

Dari Sungai Dareh ke Nareh, dari Gunung Omeh hingga Taeh 

dalam duduk dalam berdiri ia mulai mendaras sebuah kitab 

tafsir geologi setebal lima senti. Ia membuka dan menutup 

kitabnya dengan mengutip pangkal pikiran seorang  juru tunjuk 

batu dari Banyuwangi: “kita tak pernah bisa pergi ke kedalaman 

bumi kecuali hanya melalui tafsir.”

 

Dari Mukomuko ke Sumedang, dari Lokulo hingga Enrekang

ia terus menggali batu dan menafsir bumi dengan cara sendiri.

 

2015


Dimuat Koran Tempo, Minggu, 29 Maret 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s