DI KASABLANKA

Di Kasablanka, aku dengar juga dendang saluang

tentang orang berumah di tepi rimba, hendak membeli garam

tapi garam jauh di Pariaman, hendak membeli asam tapi asam

jauh di Paninjauan. Dan aku pegang tepi-tepi kain bajuku

agar aku paham, bahwa di Kasablanka, gadis-gadis dengan dada

jilah tersumbul itu akan membeli roti hambar dan mengosokkan

pada pangkal lengan mengkal mereka. Bahwa serombongan orang

alim berjanggut panjang akan menepuk-nepuk kening mereka

dengan kitab tentang cara mengobat kurap bertahun. Dan bahwa

serombongan lelaki berbadan besar berbaju merah jambu akan

memesan sup kepiting dan bertanya-tanya khasiat jus pinang.

Aku dengar juga dendang saluang di Kasablanka

duduk di kedai kopi, di ketinggian plaza, entah lantai berapa.

Aku pegang tepi kain bajuku dan terus mengutuk sebatang

pohon kerambil buatan yang dibenam dalam tanah.

Jakarta, 2015

Dipublikasikan di Koran Tempo, Minggu, 9 Agustus 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s