THAMRIN

Kota ini dibangun dari seribu kematian  disebabkan

angin duduk, Thamrin. Orang-orang memangkas

jalan untuk memintas waktu, tapi nasib tetap 24 jam

tidak menentu, nasib tetap tersangga di antara getar

tiang-tiang plaza tua menunggu runtuh. Orang-orang

terus menua dalam bus, bercinta di atas kursi kereta

dan berharap masa depan adalah jalur-jalur trem

yang dibangun kembali setelah puluhan tahun lalu

dirobohkan. Telah aku cintai pula kota ini, Thamrin.

Seperti kucintai kota di pedalaman Sumatera, dengan

segala kekurangan dan kelebihan, agar ketakutan

demi ketakutan dan bala demi bala hanya datang

dan bersarang dalam mimpi paling buruk.

Kita bicara nasib, Thamrin, selalu tentang nasib.

Di Gambir tiap hari dari pengeras suara dikabarkan

seekor demi seekor kuda mati rebah dalam rangkaian

kereta menuju Jawa. Para penggila batu akik berebut

memanjat patung bikinan Sunarso di Pancoran

setelah membaca nazam tentang batu Bacan mengkilat

seukuran buah kelapa Halmahera. Nazam memberi

kabar bahwa batu itu disurukkan di segaris telunjuk

patung itu mengarah. Kegilaan apa lagi, Thamrin?

Tiap berjalan ke arah Senayan aku merasa baju

di badan harus kutanggalkan untuk memperlihatkan

perut busut dan tulang dada yang menyumbul pada

kaum penggila suara. Agar mereka paham bahwa

jauh ke arah samudera sana pulau-pulau telah dilipat

ke dalam rantang makan.

Kota ini dibangun dari seribu kematian disebabkan

angin duduk, Thamrin. Jalan-jalan terus dibikin meninggi

melingkar, melayang, dan membenam. Kota dengan

pengharapan bisa memintas waktu dengan cara begitu.

Aku turut berjalan, melihat segala yang patut dilihat

mendengar segala yang patut didengar. Barangkali aku

akan turut menghabiskan hari-hari dan menua di jalan.

Dari bercinta dengan garang hingga maut membuatku

mati terlentang, akan di jalan.

Jakarta, 2015

Dimuat di Koran Tempo, Minggu, 9 Agustus 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s