PATUNG ITU REBAH KUDA

Patung itu rebah kuda
ketika malam hanya remang
tak bertabur bintang
dari rumah kaca dari tiang penjaga
udara dengan mantel sulfur
dibebaskan angin November
sebuah stadion, kukira telah ditinggalkan
tapi terompet bersahutan
dipertautkan aku pada liang keriangan.

Aku lihat patung itu rebah kuda
sebuah malam menyelamatkan diri dari tembakan laser
membiarkan harum getah kina membebaskan malaria
dengan lembut mempersilahkan agar parit-parit digali
sebab November mengerti ada gambut memendam api
ada kangen tak terperi
dan yang rebah akan rebah
yang tegak akan belajar bergerak
menghadapi pertikaian semalam suntuk.

Telah diasah paruh-paruh burung
musim mengekalkan rumah dari rumput basah
dikeraskan cangkang siput dan dilicinkan tempat meluncur
tapi pada liang keriangan mana kini aku berada?

Kutanggalkan baju longgar
Kubebaskan tumit dari kasut sobek
dengan mata sirah dan radang hidung kuhadapi gerak udara
tapi liang keriangan ini serasa sisa sebuah mala.

Jakarta, 2015

Dimuat di koran Riau Pos, Minggu, 22 November 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s