OMBAK PARIAMAN AKU INGAT

Ombak Pariaman aku ingat
ketika matahari dihisap samudera
sekelompok lumba-lumba berlomba menghadapi udara gila.

Di hadapan pinus tumbang
bakau dalam rawa seakan memainkan tembang
anak pesisir melecut pinggul kerbau dengan pelepah pisang.

Pulang, pulang, ke hari dulu
pada ombak Pariaman aku ingat seperti sebuah laknat
masa muda itu alir angin pada rabu yang selalu berkhianat.

Akan kita kenang juga
jatuhan tandan kelapa
pada pondok dengan atap rumbia
menimpa sehelai papan terpasak sebagai bangku panjang
senja seakan samun
lanun dengan kapal tak tampak
merompak segala ada pada kita
mata memendam dera dan hendak langlang ke samudera
punggung yang selalu kangen pada hangat pasir
juga ingatan, juga kendak untuk sebuah pelayaran.

Ke hari dulu
pulang pada gairah laut yang membentang
pada tebaran aroma ikan karang
pada pandangan yang pernah hilang
pernah dirompak dan dibuang.

Jakarta, 2015

Dimuat di halaman HariPuisi koran Indopos, Sabtu, 5 Desember 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s