TENTANG RUMAH

untuk Adinda Lutviani

 

Ke rumah dengan pagar bambu belah aku ingin kembali
pagar di mana dahan kacang begitu saja merambat
anak-anak akan lahir ketika kuali jatuh pecah
tumbuh saat tiang-tiang kamar mengeluarkan getah

dan di bentangan cakrawala malam, saat hari terang
mereka tahu selembar sarung sobek akan membikin tenang.

Aku ingin kembali pada harum santan hangus
kembali pada hordin yang orang bilang tidak begitu bagus

pada jam dinding dengan retakan kaca dan habis daya
sebab pada itulah isi dadaku serasa begitu semenjana.

Akan kubentang sebuah dan sebuah lagi sajak, tiap malam.
Ke pangkal telinga istri, ke pangkal telinga anak-anak
agar mereka tahu sajak adalah mula diriku, mula diri mereka.
Dan rumah memang akan terus kekurangan tiang
dinding membentangkan sirah pucat batubata
retakan lantai, langit-langit melandai, asbes terburai
tapi pada itulah sajak bermula dimulai.

Jakarta, 2015

Dimuat di halaman HariPuisi koran Indopos, Sabtu, 5 Desember 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s