NUSKAN

Telah berapa kapal berangkat, adinda. Telah berapa kapal
merapat, tapi di Senen tidak pernah kutemukan nasi kapau
dengan beras yang seperti pernah kau tanak itu. Sekalipun asam
sekalipun garam tidak pernah sama kutemukan rasanya
pada pangkal lidahku.

Aku pesan gulai tunjang, kubayangkan lidahku akan bergoyang
nyatanya malah menegang. Aku pesan pucuk daun ubi diberi pangkal
daun ubi. Dari Senen, Matraman, hingga sepanjang jalan Meester
kegilaan macam ini aku tanggungkan.

“Nuskan,
yang orang Padang itu
perut saja dipikirkan!”

Jakarta, 2015

Dimuat di halaman Hari Puisi, Padang Ekspres, 10 Januari 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s