PANDAN KASABLANKA

Aku hirup juga harum rumpun pandan patah
seperti tiap sebentar kuhirup dedak pasir
di lebuh-lebuh jauh dari pesisir.

Aku minum juga perasan daun pandan
dari lemari pendingin. Seakan ingin, seakan
ingin, dan aku hadapkan dada tipis ke arah langit
kulagukan isi kitab tentang tubuh sebelah lumpuh.

Beri aku tuah,
biar kuhampang segala tulah!

Jalan-jalan dibentang panjang,
pandan Kasablanka.
Pagar rumah dipasang zirah,
pandan Kasablanka.
Getar jam dari ketinggian bikin salah arah,
pandan Kasablanka.

Aku hirup juga kau, seperti kuhirup bau nasib buruk
kuda patah kaki melaju tersaruk
dengan daging perut terbiar menggelupas.

Pandan Kasablanka, aku ingat anak ingat istri
rumah kekurangan tiang, tali terentang panjang
cuma untuk membiarkan jemuran berpanas-berhujan
setiap hari.

Aku hirup juga harum rumpun pandan
dan terus ingat segala yang patut untuk diingat.

Jakarta, 2015

Dimuat di halaman Hari Puisi, Padang Ekspres, 10 Januari 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s