MENJAWAB BEBERAPA PERTANYAAN KAWAN SOAL BEASISWA UNGGULAN UNTUK PEGIAT SOSIAL SENIMAN

Sedikit informasi bagi rekan-rekan yang mengirim sms, inbox facebook, dan bertanya soal Beasiswa Unggulan Bagi Pegiat Sosial dan Seniman.

Sebagai bagian dari penerima Beasiswa Unggulan Pegiat Sosial dan Seniman 2015 (program perdana) Biro Perencanaan Kerjasama Luar Negeri Kemdikbud, saya ingin memberikan sedikit informasi, yang saya kira baik untuk rekan-rekan seniman (penulis, pegiat teater tari, seni rupa, dst.) yang berniat melanjutkan studi S2. Terkhusus lagi, rekan-rekan, yang pada saat S1, barangkali kurang beruntung seperti saya dalam beberapa urusan, tapi tetap fokus berkegiatan sesuai dengan pilihan. 

Beasiswa Unggulan Bagi Pegiat Sosial dan Seniman berberda memang dengan Beasiswa Unggulan jalur Mandiri & P3SWOT dan lebih terbuka, lebih fleksibel, dan lebih mempertimbangkan lalu kreatif calon penerima beasiswanya. Kekurang-beruntungan yang saya sebut di atas, barangkali menyangkut perihal IPK sewaktu tamat S1, umur, atau ketiadaan sertifikat Toefl karena berbagai persoalan. Jika pada Beasiswa Unggulan jalur Mandiri & P3SWOT, kekurang-beruntungan tersebut akan menjadi penghalang utama. Contoh, saya tamat s1 dengan IPK 2.86 (Beasiswa Unggulan jalur mandiri sarat IPK > 3.00) , umur 27 tahun (pada saat tamat; Beasiswa Unggulan jalur mandiri batas usia maksimal 25 tahun, diutamakan yang batu lulus), dan tidak punya sertifikat Toefl, otomatis ketiga perihal tersebut akan membuat calon pelamar langsung tidak bisa mendaftar dan ditolak sistem secara online.

Tapi Beasiswa Unggulan Bagi Pegiat Sosial meminggirkan perihal itu semua. Dengan syarat, IPK minimum sewaktu tamat s1 2.75, batas usia 35 tahun, dan tak ada persyaratan Toefl. Oleh karena ini saya menyebut program beasiswa unggulan telah melakukan pembaharuan, dengan membuka pintu lain bagi yang kurang beruntung di jalur mandiri (tapi budged pendanaan diberikan sama). Yang penting, rekan-rekan harus diterima di kampus dengan akreditasi A, dan tentunya, catatan kegiatan rekan-rekan ditunjang dengan kliping-kliping karya (untuk rekan-rekan penulis) dan catatan-catatan atau liputan-liputan mengenai kegiatan selama ini. Syarat ini akan menjadi penguat seleksi administrasi nantinya. Kesempatan diterima juga akan lebih besar dibanding Beasiswa Unggulan lain,dikarenakan kuota beasiswa ditujukan bagi 100 orang Pegiat Sosial dan Seniman.

Apakah biaya pendidikan ditanggung semua? Boleh saya katakan: “Ya”. Dan biaya yang diberikan tergantung kebutuhan biaya perkuliahan kita yang berbeda di masing-masing kampus. Berikut contoh surat ketetapan pembiataan yang diberikan untuk saya:


Dengan rincian:


Saya yakin, jalan terbuka lebar bagi para penulis, pegiat kesusastraan, dan seniman yang ingin melanjutkan studi. Beasiswa ini akan dibuka lagi pertengahan tahun 2016. Rekan-rekan yang sudah berkuliah di tahun 2015 masih boleh mengajukan formulir beasiswa, tentu juga untuk rekan-rekan yang masuk di 2016.

Pembaruan yang dilakukan beasiswa unggulan tentu tidak serta-merta, ada syarat khusus yang harus rekan-rekan sanggupi ketika lolos seleksi, dan saya pikir tidak berat.

Pantau terus infonya di laman: http://beasiswaunggulan.kemdiknas.go.id

Iklan

10 thoughts on “MENJAWAB BEBERAPA PERTANYAAN KAWAN SOAL BEASISWA UNGGULAN UNTUK PEGIAT SOSIAL SENIMAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s